Kenali Orang yang Tidak Dapat di Vaksin Covid-19

  • 2 min read
  • Dec 18, 2020
Vaksin Covid-19

Virus corona berhasil travelling ke beberapa Negara dengan cepatnya penularan. Pemutusan rantai wabah virus corona dapat dilakukan dengan program vaksinasi. Sangat mengerikan! Apa jadinya jika virus corona tidak ditemukan obatnya, bagaimana manusia akan hidup di bumi, apakah bumi akan kehilangan manusia? Para ahli dari berbagai lembaga farmasi dunia telah berhasil menciptakan vaksin covid-19. Berbagai penelitian dilakukan demi keberlangsungan hidup di masa depan. Di beberapa Negara sudah mulai menjalankan vaksinasi.

Percobaan demi percobaan pada setiap vaksin oleh para ahli. Dari banyaknya vaksin yang di uji, yang dipilih hanya vaksin yang efekasinya baik, tidak terlalu berdampak buruk untuk efek sampingnya. Contohnya Negara Australia, mereka akan mulai vaksinasi pada Maret 2021 mendatang. Warga Negara Australia, penduduk tetap, tim kesehatan, dan sebagian pemegang visa dijanjikan pemberian suntuk vaksin covid-19 dengan gratis.

Lantas adakah kriteria dalam proses vaksinasi?

Program vaksinasi yang di lakukan di Negara Australia lebih pada prioritas kelompok. Dikutip dari detiknews, Kamis (17/12/2020) meurut Kementerian Australia klaster pertama adalah untuk orang yang berisiko tinggi terpapar SARS-CoV-2 tim kesehatan dan perawat, pekerja difabel, dan petugas karantina. Tempat untuk vaksinasi di Australia cukup memadai mencakup klinik dokter, klinik vaksin khusus, layanan kesehatan bagi warga Abogirin, apotek, dan kemungkinan besar tempat kerja serta sekolah.

Imunisasi memang aman untuk setiap orang, kecuali pada orang yang memiliki kasus alergi (anafilaksis) terhadap bahan-bahan vaksin. Kandungan di dalam vaksin merupakan bahan biologis, dan akan terjadi kontraindikasi tertentu. Orang yang mengalami anafilaksis yang tidak bisa mendapatkan vaksin, akan medapatkan rekomendasi yang ketat. Pernyataan tadi di ungkap oleh Kristine Macarthey yaitu seorang direktur Pusat Penelitian dan Pengawasan Imunisasi Nasional (NCIRS).

Otoritas kesehatan inggris, telah menyarankan bahwa orang yang memiliki riwayat anafilaksis untuk tidak dapat mendapatkan vaksin Pfizer-BioNTech, setelah apa yang terjadi 2 orang yang mempunyai riwayat alergi tersebut berdampak sangat parah. Vaksin ini tidak mengandung bahan apapun, akan tetapi harus selalu memperketat dalam meneliti reaksi seperti anafilaksis. As juga telah disetujui penggunaan darurat, Pusat Pengendalian Penyakit (CDC) mengatakan bahwa orang yang memiliki riwayat alergi serius tetap akan dapat vaksinasi dengan aman dan dalam penjagaan 30 menit secara khusus.

Australia, wewenang rekomendasi keamanan terkait vaksin apapun yang disetujui secara bersyarat atau resmi ada di tangan Therapeutic Goods Administration (TGA). Sejauh ini, tidak ada reaksi alergi serius yang dilaporkan dalam uji klinis untuk vaksin Oxford-AstraZeneca atau vaksin Moderna (yang bisa tersedia di Australia melalui perjanjian COVAX Pemerintah.

Selain dari orang-orang dengan alergi parah, kelompok orang lain yang kadang-kadang disarankan untuk tidak diimunisasi adalah mereka yang secara signifikan mengalami gangguan kekebalan tubuh atau immunocompromised. Ini termasuk orang yang sedang menjalani perawatan yang menekan sistem kekebalan, seperti kemoterapi, dan mereka yang baru saja menjalani transplantasi organ atau sumsum tulang. Rekomendasi untuk tidak diimunisasi bagi mereka yang immunocompromised secara khusus berkaitan dengan vaksin hidup yang dilemahkan – yang memasukkan virus “hidup” ke dalam tubuh yang telah dilemahkan.

Wah, ternyata ada juga ya orang yang tidak bisa menerima vaksin, semoga mereka yang tidak dapat menerima vaksin covid-19 mendapat rekomendasi lain untuk obat pemutus rantai corona virus, yang juga tidak membahayakan dirinya. Jika ingin tahu selengkapnya terkait corona virus, kunjungi terus situs Halodoc.

Referensi :

  • Detiknews. Diakses pada 17 Desember 2020. Apakah Anda Termasuk Orang yang Tidak Bisa Divaksinasi?