Jenis-jenis Rangkaian Gerbang Logika

  • 2 min read
  • Dec 15, 2020
Rangkaian Gerbang Logika

Pada sebuah rangkaian elektronika digital, ada yang disebut dengan komponen rangkaian logika. Satu rangkaian logika ini terdiri atas beberapa gerbang logika dimana gerbang logika ini masih dibagi lagi menjadi dua bagian, yakni komponen dasar serta komponen gabungan. Rangkaian gerbang logika masih dibagi lagi menjadi beberapa jenis.

7 Jenis Rangkaian Gerbang Logika Dasar

Gerbang logika sendiri merupakan suatu entitas yang dimanfaatkan untuk melakukan pengolahan atau mengolah input. Gerbang logika ini berupa bilangan biner yang hanya terdiri dari angka 0 dan 1 saja. Pengolahan ini menggunakan teori Boolean dan kemudian menghasilkan sinyal output. Sinyal output inilah yang kemudian akan digunakan dalam proses selanjutnya. Rangkaian gerbang logika dasar terdiri dari beberapa jenis, yaitu:

  1. Gerbang OR

Jenis rangkaian gerbang dasar logika adalah gerbang OR. Gerbang OR ini merupakan komponen logika yang mana keluaran atau outputnya akan bernilai 1 hanya jika terminal masukan atau inputnya juga bernilai 1. Dalam bahasa logika ATAU dilambangkan dengan (+ ; v). Dalam persamaan Boolean, gerbang OR ini ditulis dengan X = A+B atau X= AvB.

  1. Gerbang AND

Jenis rangkaian gerbang dasar logika selanjutnya adalah gerbang AND. Komponen ini akan menghasilkan keluaran atau output bernilai 0 hanya jika terminal masukan atau input yang nilainya juga 0. Dalam persamaan Boolean, rangkaian gerbang dasar logika ini dituliskan dalam persamaan X = A.B atau X= A^B yang mana artinya X= A dan B.

  1. Gerbang NOT

Jenis rangkaian gerbang logika dasar selanjutnya adalah gerbang NOT. Komponen ini merupakan komponen logila yang membalikkan informasi input atau masukan. Artinya, outputnya selalu berlawanan dengan inputnya. Gerbang logika ini hanya mempunyai satu input dan satu output. Jadi gerbang logika hanya akan bernilai 1 jika memiliki input 0 begitu pula sebaliknya.

  1. Gerbang NOR

Selanjutnya adalah gerbang NOR yang merupakan singkatan antara NOT dan OR. Jenis ini adalah kebalikan dari OR, namun dengan cara kerja yang sama dengan OR dengan output bernilai terbalik. Pada jenis gerbang ini, output akan bernilai 1 apabila keseluruhan output bernilai 0.

  1. Gerbang NAND

Jenis ini juga sama seperti jenis gerbang sebelumnya, kali ini NAND adalah kombinasi gerbang NOT dan AND. Output gerbang ini justru berkebalikan dengan AND dengan operasional yang sama namun output atau keluaran yang dihasilkan berbeda, yaitu nilainya terbalik. Dalam rangkaian ini, hasil Q1 hanya akan bernilai 1 apabila satu ataupun kedua inputnya juga dalam kondisi 1.

  1. Gerbang EXOR

Jenis gerbang ini bisa dibilang merupakan rangkaian logika yang cenderung lebih kompleks. Output gerbang EXOR ini akan memiliki logika 1 apabila kedua inputnya juga memiliki nilai logika 1 dan 0. EXOR sendiri merupakan singkatan dari exclusive OR.

  1. Gerbang EXNOR

Selain ada EXOR ada pula rangkaian gerbang EXNOR, yang mana gerbang ini adalah kebalikan dari gerbang EXOR. Rangkaiannya sebenarnya adalah gerbang EXOR yang kemudian diserikan dengan rangkaian gerbang NOT.

Dalam sebuah rangkaian elektronika, gerbang logika merupakan entitas yang memiliki peran penting karena mengolah input untuk menghasilkan sinyal output. Tanpa adanya gerbang logika, maka input yang masuk tidak akan bisa diolah dan tidak akan menghasilkan output. Ada berbagai jenis rangkaian gerbang logika yang bisa menjelaskan bagaimana sebuah rangkaian elektronika sederhana maupun kompleks terbentuk dengan hanya terdiri atas bilang biner, yaitu 1 dan 0 saja.